Sekilas Sejarah

Kota Bogor 11 Oktober 2016 s/d 11 Oktober 2016

st-bogor

Sejarah mencatat stasiun kereta api di Buitenzorg (Nama Bogor Tempo Doeloe) dibangun oleh perusahaan kereta api milik Pemerintah Belanda 1872 sebagai stasiun terakhir untuk jalur Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) dan mulai dibuka pada 1873. Pembukaan jalur ini untuk mempersingkat perjalanan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) yang saat itu masih menggunakan kereta kuda untuk melayani penumpang.

Semakin meningkatnya jumlah penumpang yang hilir-mudik Bogor-Jakarta (Jakarta-Bogor) maupun sebaliknya diperlukan ruang-ruang lebih besar agar bisa menampung banyak orang. Maka dari itu, pada 1881 dibangun stasiun baru. Salah satu ruangan di stasiun ini terdapat prasasti yang didirikan pada 1881. Prasasti itu terbuat dari marmer sebagai persembahan karyawan sebagai ucapan selamat pagi terhadap D Marschalk yang memasuki masa pensiun atas jasanya mengembangkan perkeretaapian di Pulau Jawa.

Dari bentuknya saja sudah bisa diprediksi jika bangunan ini adalah bangunan lama. Arsitekturnya pun bergaya Eropa dan berlantai dua dengan hiasan berbagai motif.  Misalnya, motif geometrik awan, kaki-kaki singa dan relung-relung bagian lantai. Sebagiannya dalam kondisi asli alias belum diubah tapi sebagian lainnya sudah direhab keramik. Kusen pintu masuk dan jendelanya masih dalam kondisi utuh dengan gaya khas

Hal yang menarik dari stasiun ini adalah lapangan yang ada didepannya yang konon bernama Wilhemina Park. Bangunan itu sendiri luasnya kurang lebih 5.955 m2 yang dibangun di areal lahan seluas 43.267 m2 lokasi tepatnya di Jalan Nyi Raja Permas Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor-Tengah

LAMBANG DAERAH KOTA BOGOR

LAMBANG KOTA BOGOR 09 Februari 2017 s/d 15 Februari 2017

logo kota bogor

 

Terdapat warna-warna : emasmerahbiru dan hijau.

Arti tiap-tiap Lambang :

  1. Kiri atas, Burung Garuda kuning emas merupakan Lambang Negara.
  2. Kanan atas, di Kota Bogor terletak Istana Bogor yang dinyatakan dengan lukisan istana Warna Perak.
  3. Kiri bawah, Kota Bogor, tak dapat dilepaskan dari bayangan Gunung Salak dilukiskan dalam simbol gunung dengan empat buah puncaknya.
  4. Kota Bogor adalah suatu pusaka dari Kerajaan Pajajaran, hal ini dilukiskan dengan bentuk Kujang.

 

Lambang Kota Bogor terdiri dari untaian Burung Garuda dengan latar belakang warna merah, Istana Bogor dengan latar warna hijau dan biru, Gunung Salak dengan latar putih, dan Kujang dengan latar merah. Secara keseluruhan gambar-gambar tersebut merupakan satu kesatuan yang padu dan memberikan gambaran tentang Kota Bogor pada masa lalu, dan harapan serta cita-cita di masa depan.

 

  1. Burung Garuda ; berwarna kuning emas, dan gambar ini memiliki falsafah yang dalam yaitu : bawah Pemerintahan Kota Bogor dan seluruh masyarakatnya pemegang teguh UUD 45 dan Pancasila sebagai pegangan falsafah arah utamanya. Latar belakang warna merah berarti penuh keberanian untuk menjaga dengan penuh tanggung jawab akan keabadian Negara Kesatuan Republik Indones
  2. Istana Bogor ; Berlatar belakang langit biru yang cerah serta warna hijau muda yang terhampar di bawah gambar Istana yang berwarna putih mengandung arti bahwa dataran Kota Bogor mengalami pengalaman sejarah yang panjang. Selama 350 tahun pernah dijajah, bagai langit tak terbatas dan hamparan kesuburan tanah yang memikat siapa saja yang mendiami Bogor yang sejuk. Dengan gambar Istana yang megah, Kota Bogor pernah dijadikan tempat bermukimnya dan diperintah oleh beberapa Gubernur Jendral Belanda. Mereka begitu mendambakan tempat tersebut, karena jauh dari kebisingan dan dijadikan tempat beristirahat, juga menjadi lambang keindahan bagi lahan hutan tropis
  3. Gunung Salak ; yang berdiri tegap, dengan latar belakang awan putih seputih kapas tanpa himbasan warna lain, dapat kita angkat akan makna hakikinya yaitu : di daerah ini pernah berdiri kerajaaan maha besar yang bernama Salaka Nagara yang menurunkan raja-raja daerah di seluruh Nusantara sampai ke dataran Semenanjung Melayu. Pada Gunung Salak diabadikannya nama kerajaan tersebut, dan seharusnya gunung itu disebut Gunung Salaka, disambung dengan kerajaan besar lainnya yaitu Tarumanegara dengan Rajanya bernama Purnawarman. Kemudian ratusan tahun terakhir lahirlah Kerajaan Sunda dan Pakuan Pajajaran dengan Rajanya bergelar Sri Baduga (Siliwangi). Mengapa semua kerajaan itu abadi dan sejahtera, karena kepemimpinan yang dijalankannya dengan putih dan suci. Penuh kebijaksanaan dari sang Raja yang memerintahnya. Oleh karena itu lambang dan warna putih yang melatari gambar gunung Salak yang membiru subur.
  4. Gambar Kujang ; yang runcing bermata dua dan berwarna emas dengan latar belakang warna merah. Gambar ini mengandung falsafah bahwa Kujang adalah lambang agraris daerah Bogor dimasa lampau. Kujang juga dijadikan pusaka bagaikan logam mas serta alat untuk perang. Setiap santara dan putri kerajaan diharuskan memiliki Kujang, tapi berbeda nama serta memiliki makna sendiri. Kujang dalam lambang gambar itu benar-benar runcing ujungnya, mengandung arti hanya dengan ilmu pengetahuan yang tajam, serta cita-cita yang utama keberhasilan akan tercapai, penuh keberanian dalam berkorban dalam mencari ilmu pengetahuan yang hakiki. Cita-cita untuk menguasai ilmu yang diberkatkan Tuhan kepada umat-Nya dapat dihasilkan. Mata yang kedua pada Kujang adalah sang ilmu dengan tujuan utamanya yaitu untuk kesejahteraan manusia dan keimanan yang benar-benar taqwa kepada Yang Maha Agung Tuhan Seru Sekalian Alam (Habluminallah dan Habluminannas).