Menurut  Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, tertulis bahwa arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Penyelenggaraan Kearsipan yang ditetapkan dalam Undang-Undang No.43 Tahun 2009 bertujuan yaitu adanya jaminan perlindungan kepentingan Negara melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya, meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip dan adanya jaminan terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh  Negara, Pemerintahan Daerah, Lembaga Pendidikan Negeri maupun Swasta, Perusahaan Swasta,  Perseorangan, dan Arsip Nasional Republik Indonesia  sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional.

Dalam Undang-Undang No.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Masyarakat mempunyai kewajiban untuk mengembangkan kearsipan. Arsip sangat berperan penting dalam kehidupan Bangsa dan Negara, oleh karena itu masyarakat ikut serta dalam pelaksanaan Kearsipan dan mempedulikan arsip sehingga nasib kearsipan tetap terjaga.

Dalam Masyarakat awam arsip masih tergolong asing dan sering menyamakan arsip itu sama dengan perpustakaan, atau dokumen. Arsip tersebut bersifat unik dan tidak dapat disamakan dengan dokumen dan bahan pustaka lainnya. Upaya penyelamatan dan penyimpanan  memori kolektif Bangsa yang bersifat sejarah masih terus dilakukan agar merubah pandangan pada masyarakat supaya masyarakat sadar arsip sehingga warisan budaya tetap terjaga bagi generasi penerus selanjutnya. Dalam Undang-Undang kearsipan, Peran serta masyarakat dapat dilakukan dalam penyelenggaraan pengelolaan, penyelamatan, penggunaan arsip dan penyediaan sumber daya pendukung, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan. Lembaga kearsipan mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatan perlindungan, pengawasan, serta sosialisasi kearsipan.

Peran serta masyarakat dalam pegelolaan arsip  dengan cara menyimpan dan melidungi arsip perorangan, keluarga, organisasi politik, dan organisasi kemasyarakatan sesuai dengan standar ketentuan Perundang-Undangan. Peran serta masyarakat dalam penyelamatan arsip yakni masyarakat bersikap aktif untuk menyerahkan  arsip statis kepada Lembaga Kearsipan.

 

Memasyarakatkan Arsip

Kegiatan Kemasyarakat arsip bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pada masyarakat mengenai arsip bahwa arsip tersebut sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan pemasyarakatan arsip dalam bentuk mengadakan pameran arsip dengan membuka stand arsip pada saat event tertentu, Di dalam stand arsip ditampilkan arsip foto bersejarah yang mengandung nilai budaya bangsa dan negara.dan Tak hanya membuka stand arsip juga memanfaatkan Layanan Masyarakat Sadar Arsip dengan memutarkan film sejarah sehingga kegiatan pemasyarakatan arsip terlihat lebih menyenangkan sehingga masyarakat menjadi sadar betapa pentingnya arsip itu dalam kehidupan  bermasyarakat.

Pemerintah sebaiknya lebih serius kepada peran masyarakat dalam penyelenggaraan ,kearsipan, karena masih banyak masyarakat belum mengerti tentang arsip terutama masyarakat yang jauh dari kota. Hali ini merupakan tantangan bagi arsiparis untuk menyadarkan masyarkat pada arsip. Jika masyarakat tidak sadar arsip, tidak menyelamatkan dan tidak mengetahui cara mengelola arsip dengan benar maka warisan budaya akan hilang sehingga generasi mendatang tidak dapat menikamati sejarah warisan budaya.

Dalam peningkatan sadar arsip pada masyarakat sudah dilakukan oleh Pemerintah dengan berbagai cara melalui Lembaga Kearsipan. Pemerintah sebaiknya mengkaji dan mengevaluasi agar upaya ini dapat meningkat tiap tahun dan sasaran lebih tepat dan sesuai dengan target.

Komentar (0)


    Belum ada komentar untuk postingan ini

Komentari